Makan enak dengan opor ayam Magelang

Januari 29, 2009 at 12:18 pm 1 komentar

OPOR ayam memang biasa, tetapi Opor Entok (sejenis itik) cukup istimewa. Apalagi racikan ibu-ibu dari Magelang.Ya, di Magelang, belakangan ini cukup menjamur warung makan yang menyajikan Opor Entok. Salah satu perintisnya adalah Ny Cipto Roso.

Rumah makan miliknya, termasuk paling laris, meski tempatnya tidak begitu strategis. Jaraknya sekitar 5 km arah timur kota Magelang, tepatnya di Candi Retno, Secang. Jalanannya pun relatif sepi. “Meski nyelempit (tersembunyi), tetap saja ramai. Enak, sih,” tutur salah satu pelanggan Warung Johar Sari, yang dikelola Ny Cipto.

Tentu perlu waktu panjang sampai akhirnya rumah makan Bu Cipto dikenal luas. “Awalnya, saya dan suami bosan jadi buruh tani. Terkadang suami cari tambahan dengan menjual bulu entok. Sudah kerja kepanasan, hasilnya tetap saja kecil. Lalu, saya dan suami terpikir untuk berjualan saja. Semula, kami dagang kupat tahu, cukup dengan memakai tenda.”

Dari situ, terpikir olehnya untuk melengkapi sajian di warungnya. “Tiba-tiba saja terpikir menyajikan opor. Ayam kan sudah biasa, makanya saya pilih entok. Resepnya bikin sendiri. Opor kan resep yang siapa saja bisa bikin. Namanya coba-coba, semula hanya menyembelih seekor. Ternyata, banyak yang suka.”

Warung yang dikelola ibu berusia sekitar 40 tahun ini pun berkembang sedemikian cepat. Dari mulut ke mulut, makin dikenal seantero Magelang. Malah, belakangan ini, banyak pelanggan datang dari luar kota. “Dari 1 ekor, saya tambah jadi 5, 10, dan sampai sekarang rata-rata menghabiskan 70 ekor entok per hari.”

Khusus Sabtu, Minggu, atau hari libur, malah perlu 100 ekor. “Yang paling repot, saat Lebaran. Sehari bisa mencapai 300 ekor karena banyak pesanan. Untuk hari biasa, saya juga sering menerima pesanan dari berbagai kantor. Malah ada juga yang beli untuk oleh-oleh keluarganya di luar kota,” kata Ny Cipto yang mendatangkan entok dari Sleman. “Tiap hari sudah ada yang setor.”

Menurut ibu tiga anak ini, “Bumbunya sebenarnya seperti bumbu opor lain. Hanya saja, dalam penyajiannya, dagingnya tidak dicampur dengan kuah. Jadi, kuahnya disendirikan. Kalau daging entok dicampur kuah, gampang kecut,” katanya membuka “rahasia” dagangannya.

Nah, bedanya lagi, opor entok Ny Cipto dilengkapi lalapan mentimun, daun ketela, atau daun pepaya. “Sambalnya juga harus pakai lombok ijo. Pedasnya mantap, dan yang penting, daging entok harus empuk,” kata Ny Cipto yang dibantu anak sulungnya, Supriyanti, dan 8 karyawan.

Kini, warungnya tak lagi menggunakan tenda, tetapi sudah rumah permanen. “Ya, warungnya kami besarkan sedikit demi sedikit,” ujar wanita yang tak risau meski banyak yang buka usaha sejenis di kawasan ia tinggal. “Masing-masing sudah ada garis tangannya, kok. Buktinya, ada mantan karyawan saya yang keluar dan buka warung, tapi usahanya enggak jalan. Padahal, bumbunya sama.” *

sumber:http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/17/11522369/makan.enak.di.magelang.2

Entry filed under: Kabar Terkini. Tags: .

Sosialisasi Pemilu di Magelang Macet TERKAIT PENCABUTAN GUGATAN; Warga Pucangsari Curiga, Ada Manuver dari Polaris

1 Komentar Add your own

  • 1. Laila  |  Maret 2, 2009 pukul 10:05 am

    Sip. Saya sering makan di sini. Entoknya mak nyuss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

kabar terbaru

mini statistik blog

  • 49,671 hits

RSS image shake

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Media.com


%d blogger menyukai ini: