Ratusan Buruh di Magelang Demo Tuntut Pesangon

Januari 15, 2009 at 5:51 pm Tinggalkan komentar

MAGELANG, KAMIS – Sekitar 100 buruh PT Armada Boat berdemo di depan pabrik tempat mereka bekerja di Jalan Magelang-Purworejo Km 11, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Kamis (15/1). Dalam aksi tersebut, mereka menuntut pembayaran satu kali pesangon.

“Selama pesangon belum dibayar, kami pun menuntut agar perusahaan membayar kami sebesar 50 persen dari upah harian,” ujar Wakil Ketua Persatuan Buruh Armada Boat Nur Jais, saat ditemui di sela-sela aksi, Kamis kemarin.

Dengan alasan pailit, pihak manajemen PT Armada Boat yang memproduksi payung ini, sudah menutup pabrik dan menghentikan usaha, tertanggal 1 Januari 2009. Sejak itu, 100 buruh akhirnya dirumahkan, dan kini tinggal tersisa 55 orang yang masih bekerja sebagai staf administrasi, supir, dan satpam.

Sebelum menutup pabrik, perusahaan pun sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan buruh untuk membicarakan masalah pesangon. Dalam pertemuan pertama, 27 Desember 2008, PT Armada Boat hanya sanggup membayar 55 persen dari besaran satu kali pesangon yang ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Pertemuan ini pun tidak menghasilkan kesepakatan karena buruh menuntut pembayaran satu kali pesangon. Untuk buruh PT Armada Boat yang memiliki masa kerja 10 hingga 20 tahun, besaran satu kali pesangon berkisar Rp 9 hingga Rp 12 juta per orang.

Dengan tidak adanya kesepakatan tersebut, maka pada 31 Desember 2008, dilangsungkan pertemuan kedua. Dalam kesempatan itu, perusahaan hanya mampu membayar maksimal 75 persen dari satu kali pesangon. Sekali lagi, buruh pun menolak.

Dengan kondisi tersebut, maka dalam pertemuan itu, perusahaan pun menjanjikan pembayaran kepada buruh sebesar 50 persen dari upah harian mereka. Pembayaran ini akan dilaksanakan selama besaran pesangon belum diputuskan, yaitu selama 1-9 Januari. Namun, terhitung sejak 10 Januari, perusahaan pun tidak memberikan informasi soal pesangon dan berhenti membayar upah. Pada saat kondisi normal, rata-rata upah harian yang diterima buruh adalah Rp 25.000 per hari.

Koordinator Aliansi Buruh Magelang Federation Teguh Aryanto mengatakan, pihaknya akan mendampingin para buruh PT Armada Boat, membantu melakukan mediasi dan melaporkan kasus ini kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Magelang. “Jika diperlukan, kami akan menggugat sikap perusahaan yang tidak mau membayar satu kali pesangon ini di pengadilan,” ujarnya.

sumber:

Entry filed under: Kabar Terkini. Tags: .

Persibo Bobol Gawang PPSM Magelang 6 Kali Ratusan Siswa SD di Magelang Bakar Bendera Israel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

kabar terbaru

mini statistik blog

  • 49,671 hits

RSS image shake

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Media.com


%d blogger menyukai ini: