6.710 Titik Endapan Garam Ancam Candi Borobudur

Januari 2, 2009 at 8:58 pm Tinggalkan komentar

ipt013

Magelang – Selain sudah tidak diakui sebagai  7 keajaiban Dunia, Candi Borobudur kini terancam oleh kadar garam yang cukup tinggi.Kondisi ini sangat memprihatinkan karena jika tidak segera diatasi keberadaan endapan garam tersebut akan menyebabkan pengelupasan pad setiap batu peninggalan Dinasti Syailendra. BKPB [Balai Konservasi Peninggalan Borobudur] sedikitnya telah mencatat ada 6.710 titik endapan garam yang tersebar di seluruh bagian batu Candi.

Koordinator Kelompok Kerja Kajian dan Pengembangan BKPB, Nahar Cahayandaru, Minggu (21/12) mengatakan, penanganan kadar garam yang dilakukan BKPB belum memberikan hasil yang perfect. Upaya membersihkan endapan garam tersebut telah dilakukan dengan menyemprotkan asam sitrat, tetap hasilnya belum efektif 100 persen. Tim melihat masih ada titik-titik endapan di beberapa bagian. Tumbuhnya mikroorganisme di permukaan batu juga mengancam pelapukan batu candi. Pihaknya mencatat ada tiga macam mikroorganisme yang tumbuh, yakni lichen (jamur kerak), moss (lumut) dan algae (gangga).

Penanggulangan terhadapa mikroorganisme dengan menyemprotkan anti lumut satu tahun sekali dan hasil lumayan efektif. Dari hasil pengamatan diketahui, pertumbuhan lichen kurang dari 0,2% per tahun sedang lumut dan alga diatas 0,2%.Di beberapa permukaan batu juga muncul retakan dan alveola atau lubang-lubang kecil. Untuk ancaman jenis ini, kami memberikan suntikan perekat. Hasilnya cukup efektif. Sejak pemugaran tahun 1983 hingga saat ini, jumlah retakan semakin habis,

Pemugaran candi Borobudur telah dilakukan dua kali. Pertama, katanya, pada 1907 hingga 1911 oleh pemerintah Hindia-Belanda dipimpin Van Erp. Pemugaran ini hanya dilakukan perbaikan dan pemerataan lantai maupun dinding batu Candi. Sedangkan pemugaran kedua dilakukan pemerintah Indonesia dengan bantuan UNESCO pada 1973-1983. Pada tahap ini dibuat sistem drainase. Bentuknya dengan membuat celah di bawah batu lantai. Lantai lorong dipasang dua lapis. Pada lapisan bawah, penataan batu dibuat jarak dengan interval tiga sampai empat centi meter.
“Di bawah lantai ini dipasang plat beton sehingga air hujan mengalir lewat celah dan keluar lewat drainase yang diarahkan,(kata Nahar)

Entry filed under: Kabar Terkini. Tags: .

8 Jaksa Kawal Korupsi BLK – STTP Hingga Januri 2009,Dropping Air Belum Tercapai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

kabar terbaru

mini statistik blog

  • 49,671 hits

RSS image shake

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Media.com


%d blogger menyukai ini: